Antara Cinta, Egois, dan Benturan Kepentingan
Monday, February 27th, 2006
Anda tahu apa sebenarnya cinta itu? Menurut Anda, apakah cinta mesti
memiliki? Apa hubungannya dengan egoisme? Sebenarnya, adakah patah hati
itu? Apakah patah hati itu… bukan sekedar kedok dari egoisme? Apakah
cinta romantis itu adalah cinta sejati? Tetapi… salahkah jika manusia
menginginkan apa yang diinginkannya? Salahkah manusia mengharapkan
cintanya berbalas cinta semanis madu? Kata orang, cinta adalah
pengorbanan… tetapi… bukankah pengorbanan itu ada batasnya?
Itulah… pertanyaan-pertanyaan yang saling tumpang tindih. Itulah
kerumitan cinta. Antara keinginan, egoisme, pengorbanan, kepentingan,
kebahagiaan, luka hati, dan sejuta perasaan bercampur aduk. Kita
mungkin tidak akan pernah bisa mendefiniskan dan menentukan dengan
tepat bagaimana cinta itu seharusnya.
Tetapi yang jelas, cinta itu adalah anugerah Tuhan. Sesakit apapun,
seindah apapun, selalu ada sisi yang membuat kita semakin dewasa. Jika
Anda mengalami patah hati, segeralah bangkit, jangan beralarut-larut
dalam kesedihan karena kita tidak pernah tahu rencana-Nya yang jauh
lebih indah daripada rencana yang pernah direncanakan manusia (diambil
dari lembaran petuah int — wanita paling mengagumkan yang pernah aku
kenal). Berat memang, tetapi gunakan selalu akal sehat Anda dalam
melalui jeram kesedihan ini. Yakinlah bahwa sebenarnya ada seorang
putri yang berdiri menunggu Anda, yang akan mengerti Anda, dan siap
menemani dalam suka dan duka. Mungkin tidak lebih baik dari wanita yang
Anda inginkan saat ini, tetapi yang pasti jauh lebih mengerti Anda.
Segera hapus air mata Anda dan carilah putri itu!
Jika sudah tidak ditakdirkan berjodoh, sehebat apapun usaha kita
untuk mendapatkannya, kita tidak akan pernah mendapatkannya. Dan jika
berjodoh, ia pasti akan datang, tinggal kita berusaha untuk mencarinya!
Dan tentu saja, terapkan mantera sakti ini:
Ya Tuhanku jika ia memang jodohku, dekatkanlah. Dan jika dia bukan jodohku, jodohkanlah….