Pelajaran berharga dari seekor ibu kucing
Saturday, October 1st, 2005Perum ITS F2, 30 September 2005, 23:30
Malam itu hujan turun tidak disangka-sangka, basah kuyup aku sepulang dari Lab IBS buat ngasisteni praktikum Sisop. jadi kurencanakan malam ini tidur di rumah. Keadaan kamar sangat berantakan karena memang beberapa hari tidak kutinggali. Setengah mata terpejam aku mendengar suara mengeong persis bayi kucing… hmm.. mencurigakan…. malam jumat lagi… hihihihi….
Aku ingat beberapa hari sebelumnya, memang ada kucing yang keluar masuk kamarku lewat jendela. Segera aku mencium ada bau tak beres. Jangan-jangan si kucing bersalin di kamarku?!?!?!? Segera kugeledah kolong spring bed raksasa itu. kubalik dengan cepat. Subhanallah, benarlah, ada ibu kucing yang dengan waspada melindungi keempat ekor bayinya, memandang tajam mataku yang memandangnya dengan marah.
Sialan, karena emosi, segera kuusir si ibu kucing. dia segera lari ketakutan melihat kemarahanku. Namun ia tidak pergi, ia masih berada di sekitar kamarku dengan gelisah, mungkin karena anak-anaknya masih ada di dalam kamarku. Bayi-bayi kucing itu kubawa keluar di dekat tempat sampah yang kurasa cukup hangat. Aku menyelinap supaya lepas dari pandangan ibu kucing. Tanpa menunggu lama, ibu kucing segera melesat ke dalam kamarku tanpa memperdulikan aku yang bersembunyi di balik pintu. Ia sangat gelisah tatkala di dalam kamar bayinya tidak ada….
Ketika iapun keluar, kubimbing dia agar ketemu kembali dengan anak-anaknya. Sampai aku mengantuk dan pergi tidur, ia belum kuketahui apakah sudah menemukan anaknya atau belum. Namun pagi hari ketika aku berangkat ke lab, mereka sudah berkumpul kembali. Senangnya…..
Itulah, ibu seekor kucing, seekor binatang, yang sangat sayang terhadap anak-anaknya, berani mengambil risiko apapun demi keselamatan anak-anaknya. Malam itu aku tercenung cukup lama ketika ingat sekarang ini banyak ibu yang tega membunuh bayinya demi kepentingan pribadinya…..